
Kehilangan sosok suami bukanlah hal yang mudah bagi seorang ibu, terlebih ketika masih ada anak-anak yang harus dibesarkan dan diperjuangkan masa depannya. Namun, di tengah berbagai keterbatasan, banyak ibu yang tetap tegar menjalani kehidupan demi kebahagiaan keluarganya. Salah satunya adalah Bu Dwi, seorang ibu berusia 57 tahun yang tinggal di Kampung Kadu, Curug, Tangerang.
Sejak sang suami meninggal dunia pada tahun 2015, Bu Dwi harus menjalani peran sebagai tulang punggung keluarga bagi keempat anaknya. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terus berusaha mencari nafkah dengan bekerja serabutan dan berjualan kecil-kecilan. Penghasilan yang diperoleh digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk membantu membiayai pendidikan anaknya yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren. Meski usia terus bertambah, tanggung jawab sebagai seorang ibu membuatnya tetap berjuang agar anak-anaknya dapat menjalani kehidupan dan memperoleh pendidikan yang baik.
Kisah Bu Dwi menjadi salah satu gambaran perjuangan para ibu yang harus membesarkan anak-anak setelah kehilangan suami.Mereka tidak hanya menghadapi kesedihan karena kehilangan pasangan hidup, tetapi juga harus memikirkan kebutuhan pangan, pendidikan anak, dan berbagai keperluan rumah tangga.Sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan tersebut,
Pondok Quran Al Furqon bersama para donatur melaksanakan program Peduli Ibu Yatim dengan menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan santunan kepada para ibu yatim di Kampung Kadu, Curug, Tangerang. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi para ibu yang terus berusaha menghidupi keluarganya.
Bagi sebagian orang, paket sembako dan santunan mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga yang setiap hari harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat yang berarti. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa para ibu yang berjuang seorang diri tidak sepenuhnya berjalan tanpa dukungan. Melalui program Peduli Ibu Yatim, Pondok Quran Al Furqon berupaya menghadirkan kepedulian dan mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.Kebaikan yang dititipkan para donatur menjadi bagian penting dalam terlaksananya kegiatan penyaluran ini.
Alhamdulillah, berkat dukungan dan kepedulian para donatur, bantuan sembako dan santunan dapat disalurkan kepada para ibu yatim yang membutuhkan. Pondok Quran Al Furqon mengucapkan terima kasih kepada seluruh Sahabat Mulia yang telah ikut mengambil bagian dalam program Peduli Ibu Yatim.
Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan yang diterima Allah SWT, mendatangkan keberkahan rezeki, serta menjadi sebab hadirnya kebahagiaan bagi keluarga yang menerima.
Mari terus hadirkan kepedulian untuk para ibu yang berjuang demi anak-anaknya. Karena terkadang, bantuan sederhana dari kita dapat menjadi penguat bagi mereka untuk terus melangkah
Bersama Pondok Quran Al Furqon, mari terus berbagi kebaikan dan menghadirkan manfaat bagi sesama.







